Bentuk Lingual Bersaing dalam Konteks Komunikasi Berbahasa Jawa: Kajian Linguistik tentang Nilai Makna dan Penggunaan

Authors

  • Sumarlam Universitas Sebelas Maret
  • Wakit Universitas Sebelas Maret
  • Suwanto Yohanes Universitas Sebelas Maret
  • Sawardi F.X. Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v19i1.1023

Keywords:

bentuk satuan lingual bersaing; ragam bahasa Jawa; nilai makna lingual; penggunaan bahasa

Abstract

Fenomena yang menjadi masalah dan ingin diselesaikan dalam penelitian ini di antaranya adalah bentuk satuan lingual yang berbeda memiliki arti sama atau hampir sama, namun nilai maknanya berbeda dan penggunaannya juga berbeda, seperti kowe, sampeyan, dan panjenengan. Selain itu, pilihan kata dan frasa dalam komunikassi informal dan ormal bahasa Jawa, misalnya kata budheg ‘tuli’ dan frasa tuna rungu ‘tidak mendengar”. Dengan mengkaji fenomena-fenomena tersebut, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana bentuk lingual yang berbeda digunakan dalam komunikasi berbahasa Jawa, serta bagaimana hal ini memengaruhi makna dan kesan yang disampaikan. Data penelitian ini berupa tuturan bahasa Jawa yang di dalamnya terdapat bentuk-bentuk satuan lingual yang berbeda beserta konteksnya. Data diperoleh dari dua sumber data, yaitu informan (penutur jati bahasa Jawa) dalam komunikasi sehari-hari serta dokumen yang berupa Kamus (Bausastra) Jawa-Indonesia dan tuturan-tuturan dalam pertunjukan seni tradisional Jawa dan upacara tradisional Jawa (seperti upacara pernikahan adat Jawa). Data diperoleh dengan metode simak dengan teknik wawancara, rekam, dan catat. Analisis data menggunakan metode agih dengan teknik ganti dan oposisi dua-dua (binary opposition). Hasil penelitian menunjukkan adanya (i) bentuk-bentuk satuan lingual bersaing kategori pronomina persona makna dan penggunaannya; (ii) bentuk-bentuk satuan lingual bersaing, makna dan penggunaannya dalam ragam baku dan tidak baku; serta (iii) bentuk-bentuk satuan lingual bersaing, makna dan penggunaannya dalam ragam hormat dan tidak hormat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmara, R. (2017). Analisis Kontrastif Kesalahan Penulisan Bahasa Jawa dalam Ortografi Latin sebagai Wahana Konservasi Bahasa Jawa. Conference on Language and Language Teaching, 395.

Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Harvard University Press.

Dell Hymes. (1974). Foundations in Sociolinguistics: An Ethnographic Approach. Language in Society, 3(4), 352–361.

Endarmoko, E. (2017). Bentuk Bersaing. Tempo.

Gumperz, J. J. (1964). Linguistic and Social Interaction in Two Communities. . American Anthropologist, 66(6), 137–153.

Komariyah, S., & Ruriana, P. (2010). Bentuk-bentuk Pemertahanan Bahasa Jawa di Suriname. Seminar Nasional Pemertahanan Bahasa Nusantara, 53–57.

Labov, W. (1972). Sociolinguistic Patterns. University of Pennsylvania Press.

Lestari, P. (2015). Bahasa Jawa: Sebuah Telaah Bahasa dan “Komplikasinya.” Konferensi Internasional IKADBUDI VI.

Mahsun. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Tahap Strategi, Metode, dan Tekniknya. Edisi Revisi. Rajawali Press.

Mulyana. (2011). Morfologi Bahasa Jawa (Bentuk dan Struktur Bahasa Jawa). Kanwa Publisher.

Mulyana, Suwardi Endraswara, Afendy Widayat, Rejo Mulyo, & Pardi Suratno. (2007). Salah Kaprah Bahasa Jawa: Kontroversi Benar Salah Bahasa Jawa. Narasi.

Mulyanto. (2016). Bentuk Krama Desa dalam Bahasa Jawa. Widyaparwa, 44(2), 124–137.

Muslim, M. U. (2021, September 16). Ejaan Bahasa Indonesia dan Perkembangan Bahasa Indonesia. Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 18.

Pangesti, F. (2018). Perubahan Bunyi Bahasa Jawa: Kajian Linguistik Diakronis Bahasa Jawa Kawi - Jawa Baru. SENASBASA (Seminar Nasional Bahasa dan Sastra), 130–138.

Prawiroatmojo, S. (1981). Bausastra Jawa-Indonesia. Gunung Agung.

Santosa, R. (2021). Metode Penelitian Kualitatif Kebahasaan. Sebelas Maret University Press.

Sasangka, SSTW. (2020). Unggah-Ungguh Bahasa Jawa. Yayasan Paramalingua.

Sasangka, SSTW. (2020). Paramasastra Gagrag Anyar Basa Jawa. Yayasan Paramalingua.

Setiawati, R. (2021, Agustus). Fenomena Istilah Gaul Memengaruhi Perkembangan Bahasa Indonesia. Balai Bahasa Provinsi Maluku.

Spradley, J. P. (2006). Metode Etnografi. Prentice Hall.

Subroto, D. E. (2007). Pengantar Metoda Penelitian Linguistik Struktural. Sebelas Maret University Press (UNS Press).

Sudaryanto. (2018). Metode dan aneka teknik analisis bahasa: pengantar penelitian wahana kebudayaan secara linguistik. Sanata Dharma University Press.

Suhartono. (2016). Perubahan Bahasa Jawa di Kalangan Generasi Muda. Jurnal Linguistik, 12(1), 21–36.

Sumarlam. (2011). Potret Pemakaian Bahasa Jawa Dewasa Ini serta Pembinaan dan Pengembangannya: Sebuah Pergeseran Struktur Gramatika dan Tingkat Tutur. Sebelas Maret University Press.

Sutarjo, I. (2021). Pidhato Basa Jawi (Pambiwara saha Medhar Sabda). (Edisi revisi). bukutujju.

Tim Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2021). Kamus Bahasa Jawa-Indonesia. Yogyakarta: Balai Bahasa Provinsi DIY.

Published

2025-06-17

How to Cite

Sumarlam, Wakit, Yohanes, S., & F.X., S. (2025). Bentuk Lingual Bersaing dalam Konteks Komunikasi Berbahasa Jawa: Kajian Linguistik tentang Nilai Makna dan Penggunaan. MABASAN , 19(1), 97-116. https://doi.org/10.62107/mab.v19i1.1023
Abstract viewed = 405 times