ANOMALI SEMANTIK DALAM BAHASA VERBAL PENDERITA SKIZOFRENIA
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v19i2.1030Keywords:
anomali; semantik; bahasa verbal; penderita skizofreniaAbstract
Anomali semantik merupakan salah satu ciri khas gangguan bahasa pada penderita skizofrenia dan dapat mencerminkan disorganisasi kognitif. Namun, kajian yang secara sistematis menyoroti anomali semantik pada tuturan penderita skizofrenia dalam konteks penutur bahasa Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan jenis anomali semantik dalam bahasa verbal penderita skizofrenia. Data penelitian berasal dari video publik di YouTube Diman Khan TV dan Parti TV, ditranskripsikan secara verbatim, diseleksi, dan diklasifikasikan menurut jenis anomali semantik (dissonance, zeugma, pleonasm, improbability). Analisis dilakukan dengan mengaitkan bentuk bahasa dan maknanya, kemudian hasilnya divalidasi melalui pemeriksaan sejawat, sambil tetap menjaga privasi dan martabat subjek. Hasil penelitian menunjukkan adanya empat bentuk anomali semantik, yaitu: 1) dissonance, tampak melalui kalimat yang bertentangan secara makna dan logis, seperti "...Gue aja tadi bangun pagi dari mati kemaren." ; 2) zeugma, terindikasi dalam pernyataan yang menghasilkan ketidakseimbangan makna, seperti ”Inih, lagi dibuat rumahnya sekalian kerajaan di balik daun sanah..”; 3) pleonasme, berupa penggunaan kata atau frasa secara berlebihan meskipun maknanya sudah jelas, seperti “gue benci itu beli-beli itu kalung terus dipake kalungnya dipasangin ke leher beli lagi.”; dan 4) improbability, tampak melalui penggunaan kalimat yang sangat tidak realistis atau mustahil, seperti “Aku punya rumah sendiri, di Amerika ini. Itu rumahnya Presiden Amerika, Papahnya aku.”. Meskipun komunikasi dasar masih mungkin, kualitas interaksi sangat tergantung pada dukungan lingkungan, menekankan peran konteks sosial dalam memahami gangguan linguistik ini.Downloads
References
Chang, X., Zhao, W., Kang, J., Xiang, S., Xie, C., Corona-Hernández, H., Palaniyappan, L., & Feng, J. (2022). Language abnormalities in schizophrenia: binding core symptoms through contemporary empirical evidence. Schizophrenia, 8(1). https://doi.org/10.1038/s41537-022-00308-x
Collins, P., Petel, V., & Joestl, S. (2011). Grand Challenges in Global Mental Health. Nature, 27–30.
Covington, M. A., He, C., Brown, C., Naçi, L., McClain, J. T., & Fjordbak, B. S. (2005). Schizophrenia and the structure of language: The linguist’s view. Schizophrenia Research, 77(1), 85–98.
Cutting, J. (2015). Psychopathology and Modern Culture. Routledge.
Cruse, D. A. (2000). Meaning in Language: An Introduction to Semantics and Pragmatics. Oxford University Press.
Ehlen, F., Montag, C., Leopold, K., & Heinz, A. (2023). Linguistic Findings in Person With Schizophrenia A Review of Current Literature. Frontiers: Psycology of Language, 14. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1287706
Hinzen, W., & Rosello, J. (2015). The linguistics of schizophrenia: thought disturbance as language pathology across positive symptoms. Frontiers in Psychology, 6(1).
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). (2016). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republiuk Indonsia (V). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kartono, K. (1981). Gangguan-Gangguan Psikis. Sinar Baru.
Kuperberg, G. R., & Caplan, D. (2003). Language Dysfunction in Schizophrenia. Harvard University.
Matsumoto, Y., Nishida, S., Hayashi, R., Son, S., & Murakami, A. (2023). Disorganization of Semantic Brain Networks in Schizophrenia Revealed . The Journal of Psychoses and Related Disorders, 49(2), 498–506.
Moleong, J. L. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosda Karya.
Parola, A., Lin, J. M., Simonsen, A., Bliksted, V., Zhou, Y., Wang, H., & Inoue, L. (2023). Speech disturbances in schizophrenia: Assessing cross-linguistic generalizability of NLP automated measures of coherence, Schizophrenia Research. Schizophrenia Research, 259, 59–70.
Pridandi, P., & Yuyaina, N. N. A. (2023). Urgensi Teknik Relaksasi dan Katarsis Dalam Menurunkan Stres Pengasuhan Anak. Spiritual Healing : Jurnal Tasawuf Dan Psikoterapi, 4(1), 1–7.
Quillivic, R., Dolan, R. J., & Fradkin, I. (2025). Characterizing the Paradoxical Interplay of Semantic Perseveration and Incoherence in Psychiatry using Theory-Driven Generative Language Simulations. In X. Gu, R. Adams, & S. Bishop (Eds.), Computational Psychiatry Conference. Computational Psychiatry Conference 2025 .
Renyu, L., Minne, C., Dawei, F., Wei, W., Dequan, D., Zhaoxia, Y., Ruofei, H., & Wei, D. (2024). Deciphering language disturbances in schizophrenia: A study using fine-tuned language models. Schizophrenia Research, 271, 120–128. https://doi.org/10.1016/j.schres.2024.07.016
Sari, R. N., Syafyahya, L., & Yades, E. (2023). Kebermaknaan Bahasa Verbal Penderita Skizofrenia (Studi Kasus Pada Mak Wal). Gramatika: Jurnal Ilmiah Kebahasaan Dan Kesastraan, XI(2). https://doi.org/10.31813/gramatika/11.2.2023.577.117--129
Stępnicki, P., Kondej, M., & Kaczor, AA. (2018). Current Concepts and Treatments of Schizophrenia. Molecules, 23(8).
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Duta Wacana University Press.
Syafyahya, L. (2018). Skizofrenia Tinjauan Bahasa. Bukittinggi (2nd ed.). Erka CV Rumah Kayu Pustaka Utama.
Syafyahya, L., & Yades, E. (2022). Hemung and Sperrung Posttherapy ODGJ Verbal Language. In M. Y. Abbas, R. Dayaratne, R. M. El-Zeiny, D. R. Osborne, N. Ginting, H. Zhang, & R. Hasim (Eds.), 9th International Conference on Science and Social Research 2022 (pp. 29–34). Universiti Tekenologi MARA.
Syafyahya, L., & Yades, E. (2023). Kebermaknaan dalam Bahasa Verbal ODGJ Pascaterapi: Kasus Umbiyah.
Vitoasmara, K., Hidayah, F. V., Purnamasari, N. I., Aprillia, R. Y., & Dewi, L. D. (2024). Gangguan Mental (Mental Disorders). Student Research Journal, 2, 57–68. https://doi.org/10.55606/srjyappi.v2i3.1219
Wijana, I. D. P. (1996). Kalimat Anomali dan Kedudukannya dari Sudut Pandang Pragmatik. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, 34–40.
Xu, W., Pakhomov, S., Heagerty, P., Horvitz, E., Bradley, E. R., Campbell, A., Woolley, J. D., Cohen, Alex., Ben-Zeev, D., & Cohen, T. (2025). Perplexity and proximity: Large language model perplexity complements semantic distance metrics for the detection of incoherent speech. Journal of Biomedical Informatics, 170(2).
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Balai Bahasa Provinsi NTB

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




