Tindak Tutur Ujaran Kebencian Bermuatan Antargolongan di Media Sosial Indonesia: Kajian Linguistik Forensik

Authors

  • Agus Syahid Universitas Bumigora
  • Muhlisin Muhlisin Universitas Bumigora
  • Muhammad Fauzan Universitas Bumigora

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v19i1.1037

Keywords:

linguistik forensik; ujaran kebencian; dampak hukum

Abstract

Ujaran kebencian bermuatan antargolongan merupakan tindakan penghinaan, kekerasan psikis, intimidasi, dan teror sosial yang dilakukan seseorang melalui perangkat teknologi dan informasi di media sosial terhadap kelompok masyarakat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur ujaran kebencian bermuatan antargolongan dengan menggunakan speech acts theory dan mendeskripsikan dampak hukum tindakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka terhadap tuturan-tuturan yang ada pada hasil putusan Pengadilan Negeri yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) melalui laman resmi Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia, di mana dalam putusan tersebut terdapat data lingual ujaran kebencian bermuatan antargolongan di media sosial. Jumlah data penelitian sebanyak 5 kasus. Hasil penelitian menunjukkan ada empat tindak tutur yang dilakukan para terdakwa ujaran kebencian bermuatan antargolongan, yaitu tindak tutur ekspresif penghinaan, asertif tuduhan/fitnah, direktif hasutan/provokasi, serta komisif ancaman. Berdasarkan data, terungkap bahwa ujaran kebencian antargolongan dapat ditujukan pada kelompok masyarakat yang didasarkan pada organisasi profesi tertentu, kelompok masyarakat yang berdomisili pada tempat tertentu, dan kelompok perguruan pencak silat tertentu. Adapun dampak hukum tindakan ujaran kebencian bermuatan antargolongan di media sosial adalah para pelaku dapat dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) No.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abi, M. I., Syahid, A., & Alfilail, N. (2024). Cyberbullying Netizens Against Artist’s Children on Instagram Social Media in Indonesia. Seminar Nasional Trilingual Bahasa Sastra Dan Pariwisata II, 1, 43–47.

Adiyanti, M. G., Nugraheni, A. A., Yuliawanti, R., Ragasukmasuci, L. G., & Maharani, M. (2020). Emotion regulation and empathy as mediators of self-esteem and friendship quality in predicting cyberbullying tendency in Javanese-Indonesian adolescents. International Journal of Adolescence and Youth, 25(1), 251–263.

Al-Tamimi, J. (2022). Language of Violence in Social Media: A Linguistic Cognitive Study. Journal of Language Teaching and Research, 13(2), 338–349. https://doi.org/https://doi.org/10.17507/jltr.1302.14

Almaliki, M. (2023). Cyberhate Dissemination: A Systematic Literature Map. IEEE Access, 11(September), 117385–117392. https://doi.org/10.1109/ACCESS.2023.3326254

Ardiansyah, Y. M. (2022). Tindak Tutur Ilokusi Hate Speech/Ujaran Kebencian Netizen Dalam Kolom Komentar Media Sosial Instagram dan Tiktok pada Akun Denise Chariesta. Jurnal Penelitian, Pendidikan, Dan Pembelajaran, 17, 1–13.

Austin, J. L. (1962). How do to Things with Words. Cambridge: Harvard University Press.

Bachari, A. D. (2010). Analisis Pragmatik terhadap Tindak Tutur yang Berdampak Hukum. Jurnal KIMLI.

Bachari, A. D. (2020). Pembuktian Pidana Penyebaran Berita Bohong dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Jurnal Membaca, 5(November), 93–104.

Barak, A. (2005). Purposive Interpretation in Law. Transl. Sary Bashi. Princeton.

Bedrosova, M., Machackova, H., Šerek, J., Smahel, D., & Blaya, C. (2022). The relation between the cyberhate and cyberbullying experiences of adolescents in the Czech Republic, Poland, and Slovakia. Computers in Human Behavior, 126(September 2021). https://doi.org/10.1016/j.chb.2021.107013

Erlinawati, D. (2016). Penggunaan Disfemia dalam Komentar Para Netizen di Situs Online Kompas.com pada Rubrik Politik. Universitas Negeri Yogyakarta.

Gibbons, J. (1999). Language and the Law. Annual Review of Applied Linguistics, 19, 156–173.

Görzig, A., Blaya, C., Bedrosova, M., Audrin, C., & Machackova, H. (2023). The Amplification of Cyberhate Victimisation by Discrimination and Low Life Satisfaction: Can Supportive Environments Mitigate the Risks? Journal of Early Adolescence, 43(1), 5–36. https://doi.org/10.1177/02724316221078826

Indrayani, S. A., & Johansari, C. A. (2019). Cyberbullying Use on Teenage Artists and its Implications on Increasing Awareness of Bullying. LITERA, 18(2), 275–296.

Juditha, C. (2017). Hatespeech in Online Media: Jakarta on Election 2017. Jurnal Penelitian Komunikasi Dan Opini Publik, 21(2), 137–151. https://doi.org/https://doi.org/10.33299/jpkop.21.2.1134

Komnas HAM Republik Indonesia. (2016). Buku Saku Penanganan Ujaran Kebencian. Jakarta.

Nabila, S., Salsabilla, K. A. Z., Aryanti, N. T., Andjani, V. A., Umardi, A. Z., & Nurhayati, E. (2023). Analisis Ujaran Kebencian dalam Kolom Komentar pada Media Sosial X, Tik Tok, dan Instagram. SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora), 2(4), 645–651.

Permatasari, D. I. (2020). Ujaran Kebencian Facebook Tahun 2017-2019. JSI: Jurnal Sastra Indonesia, 9(1), 62–70. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi

Pratiwi, M. D. (2011). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Cyberbullying pada Remaja. Seminar Dan Lokakarya APSIFOR Indonesia, pp. 1–11. Retrieved from https://www.scribd.com/doc/106227383/Faktor-Faktor-Yang-Mempengaruhi-Cyberbullying

Putra, I. G. B. D., Syahid, A., Sudewi, N. K. P. N., & Miswaty, T. C. (2024). A Pragmatic Interpretation of Consorship Speech Using Number As Hate Speech in Mobile Legends Game. Seminar Nasional Trilingual Bahasa Sastra Dan Pariwisata II, 1, 59–65.

Putri, Y. M. (2020). Ujaran Kebencian Pada Spanduk Demonstrasi Mahasiswa: Kajian Semantik. Universitas Sumatera Utara.

Searle, J. R. (1969). Speech Acts. An Essay in the Philosophy of Language. Oxford: Cambridge University Press.

Shuy, R. W. (1993). Language Crimes: The use and abuse of language evidence in the courtroom. Oxford: Blackwell.

Solihatin, E. (2019). An Analysis of Illocutionary and Perlocutionary Speech Act in Defamation Texts. Journal of Languages and Language Teaching, 7(1), 49–56. https://doi.org/10.33394/jollt.v7i1.1438

Syafruddin, Thaba, A., & Ananda, R. (2024). Ujaran Kebencian Netizen Indonesia Pada Akun Twitter Es Teh: Tinjauan Linguistik Forensik. Semantik, 13(1), 15–28. https://doi.org/10.22460/semantik.v13i1.p15-28

Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2021). Hate Speech and Blasphemy on Social Media in Indonesia: Forensic Linguistic Studies. Proceedings of KIMLI 2021, 622.

Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2022). Perundungan Siber (Cyberbullying) Bermuatan Penistaan Agama Di Media Sosial Yang Berdampak Hukum: Kajian Linguistik Forensik. Semantik, 11(1), 17–32. https://doi.org/10.22460/semantik.v11i1.p17-32

Syahid, A., Sudana, D., & Bachari, A. D. (2023). Cyberbullying on Social Media in Indonesia and Its Legal Impact: Analysis of Language Use in Ethnicity, Religious, Racial, and Primordial Issues. Theory and Practice in Language Studies, 13(8), 1938–1946. https://doi.org/10.17507/tpls.1308.09

Tiersma, P. M. (1999). Legal Language. Chicago: Chicago University Press.

Published

2025-06-17

How to Cite

Syahid, A., Muhlisin, M., & Fauzan, M. . (2025). Tindak Tutur Ujaran Kebencian Bermuatan Antargolongan di Media Sosial Indonesia: Kajian Linguistik Forensik . MABASAN , 19(1), 179—198. https://doi.org/10.62107/mab.v19i1.1037
Abstract viewed = 893 times