PEMALIQ: FENOMENA MASYARAKAT PENUTUR BAHASA SASAK LOMBOK UTARA
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v20i1.1102Keywords:
pemaliq; masyarakat sasak Bayan; perubahan budaya; pelestarian budaya.Abstract
Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan penggunaan pemaliq sebagai salah satu produk budaya masyarakat Sasak Bayan di Lombok Utara. Pemaliq yang merupakan bentuk larangan atau pantangan dalam tradisi lisan Sasak, mengalami transformasi makna, bentuk, dan praktik seiring perkembangan zaman. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbukaan masyarakat terhadap budaya luar, perkembangan teknologi, serta perubahan cara pandang generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model etnografi, serta memanfaatkan teori perubahan budaya Malinowski dan teori linguistik antropologi Foley untuk menganalisis pergeseran makna dan praktik pemaliq dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan pemaliq tercermin dalam penggantian istilah lokal dengan istilah nasional, penyesuaian perilaku berdasarkan perkembangan zaman, serta hilangnya sebagian bentuk dan nilai pemaliq akibat difusi budaya modern. Kendati demikian, pemaliq masih memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya, menjaga norma sosial, serta merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Sasak Bayan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai pemaliq agar tetap relevan dengan konteks kehidupan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.Downloads
References
Ahyani, S. (2021). Kajian fenomenologi terhadap perubahan budaya akulturatif di Sumenep. Islamika Inside: Jurnal Keislaman Dan Humaniora, 7(1), 44–78.
Aldreka, R., & Effendi, R. (2022). Pemikiran Dakwah Dr.(Hc). Kh. Ez. Muttaqien Tentang Politik, Sosial Ekonomi, dan Pendidikan. Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam, 15–20.
Aris, M.Akbar, Sudipa, I. (2017). Diaspora of Austronesian and Nonaustronesian Languages in Indonesia (Issue September 2017).647.
BAIDURI, R. (2020). Review Teori Budaya (David Kaplan dan Robert A. Manners). Teori-Teori Antropologi (Kebudayaan), 125.
Cederroth, S. (2021a). NORTH LOMBOK, 1965–99. Elections in Indonesia: The New Order and Beyond, 77.
Cederroth, S. (2021b). Traditional power and party politics in North Lombok, 1965–99. In Elections in Indonesia (pp. 77–110). Routledge.
Dressler, W. W., Balieiro, M. C., & Dos Santos, J. E. (2015). Finding culture change in the second factor: Stability and change in cultural consensus and residual agreement. Field Methods, 27(1), 22–38.
Effendi, M. R., Setiadi, E., & Nasir, M. A. (2020). The Local Wisdom Based On Religious Values A Case Of Indigenous People In Indonesia. Internasional Journal of Humanities & Social Sciences Reviews.
Gunawan, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: teori dan praktik. Bumi Aksara.
Hidayat, N., & Budianto, L. (2023). Telaah Kritis-Dialogis Mazdhab Linguistik Antara Teori Generative Transformative dan Teori Systematic Functional Linguistik. Qismul Arab: Journal of Arabic Education, 2(02), 95–103.
Hidayatulloh, N., Arsana, I. N. C., & Haryono, T. (2024). Makna Hadrah dalam Prosesi Baharak pada Masyarakat Negeri Olok Gading Lampung. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 25(2), 239–266.
Hodder, I. (2013). The meanings of things: material culture and symbolic expression. Routledge.
Husein, S., & Mushonif, M. Z. (2023). PERBANDINGAN TEORI LINGUISTIK FERDINAND DE SAUSSURE DAN NOAM CHOMSKY DAN IMPLIKASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI INDONESIA. Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab, 9(1), 113–125.
Ibrahim, A. (2016). Manajemen Event Maulid Adat Bayan Di Lombok Utara Tahun 2015. Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
Ihalauw, J. J. O. I., SE, P. D., Sugiarto, I., Damiasih, M. M., Par, M., Tonny Hendratono, S. E., MM, C. H. E., Christiansen, R., & Herawan, T. (2023). Metode penelitian kualitatif untuk pariwisata. Penerbit Andi.
Inglehart, R. (2020). Modernization and postmodernization: Cultural, economic, and political change in 43 societies. Princeton university press.
Ionesov, V. I., & Kurulenko, E. A. (2015). Things as characters of culture: symbolic nature and meanings of material objects in changing world. Scientific Culture, 1(3), 47–50.
Kusumastuti, D. (2021). Peran Komunikasi Organisasi Sanggar Lingkungan Hidup Di Desa Kreyo Dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Terhadap Pemberdayaan Sampah Plastik. IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Laksana, I. K. D., & Simpen, I. W. (2019). Pemaliq Words of Human Death within the Society of Sasak-Indonesia: A Linguistic Anthropology Study. Journal of Language Teaching and Research, 10(5), 1125–1129.
Liliweri, A. (2019). Pengantar studi kebudayaan. Nusamedia.
Mahyuni, M., & Ahmadi, N. (2020). Linguistic and Cultural Demystifying of Sasak Merariq. Proceedings of the The 2nd ICS Universitas Mataram International Conference: Countering Radicalism & Terrorism in the Digital Era-Reshaping a Global Peace Community.
Manar, M. (2024). The Representation of Taboos in Proverbs: An Anthropological and Functional Perspective. Scope: Journal of English Language Teaching, 8(2), 488–495.
Mayard, L. (2018). An Examination of the Relationship between the Religious Heritage and the Natural Environment of the Tibetan Buddhist Hidden Land Called Pemako. University of Leeds.
Mignolo, W. D., & Walsh, C. E. (2018). On decoloniality: Concepts, analytics, praxis. Duke University Press.
Misbahuddin, M. (2018). Pakaian sebagai penanda: Kontruksi identitas budaya dan gaya hidup masyarakat Jawa (2000-2016). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 113–133.
Mutaqin, Z., & Iryana, W. (2018). Perubahan sosial budaya masyarakat kasepuhan adat banten kidul-kabupaten sukabumi. Jurnal Studi Agama-Agama Dan Lintas Budaya.[Internet].[Dikutip 2018 Desember 04], 2, 92–106.
Namenwirth, J. Z., & Weber, R. P. (2016). Dynamics of culture. Routledge.
Nurfadilah, S., & Jauhari, I. B. (2022). RESEARCH METHODS FOR THE DEVELOPMENT OF DA’WAH THEORY. Indonesian Journal of Islamic Communication, 5(1), 79–92.
Prasetya, A., Nurdin, M. F., & Gunawan, W. (2021). Perubahan Sosial Masyarakat dalam Perspektif Sosiologi Talcott Parsons di Era New Normal. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 11(1), 1–12.
Press, U. G. M. (2021). Wisdom from Rural Java: Ethics and Worldviews. UGM PRESS.
Pulungan, R. A. (2023). Makna simbolik komunikasi memohon kelancaran pertanian dalam tradisi marpanggang di Desa Siunjam Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan. UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan.
Rahman, A. P. (2024). STUDI NILAI TRADISI NYAMBAI ADAT LAMPUNG TERHADAP KONSEP TATA NILAI DALAM MASYARAKAT MODERN.
Rodin, R. (2020). Informasi dalam konteks sosial budaya. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.
Rofiyana, M., Aziz, A., Rifqi, R., Salma, S., & Salwa, A. (2024). Pengaruh Kepemimpinan Adaptif Di Era Digital Dalam Usaha Membangun Budaya Positif Untuk Tim yang Tangguh. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 476–483.
Rukin, S. P. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.
Sahin, A. (2018). Critical issues in Islamic education studies: Rethinking Islamic and Western liberal secular values of education. Religions, 9(11), 335.
Sari, I. N., Lestari, L. P., Kusuma, D. W., Mafulah, S., Brata, D. P. N., Iffah, J. D. N., Widiatsih, A., Utomo, E. S., Maghfur, I., & Sofiyana, M. S. (2022). Metode penelitian kualitatif. Unisma Press.
Schubert, S. (2019). Narrative instability: Destabilizing identities, realities, and textualities in contemporary American popular culture (Vol. 305). Universitätsverlag Winter.
Sentane, I. (2023). Nilai-nilai pendidika n dalam ritual adat pene lando Di Ke Camatan Jerowaru Ka Bupaten Lombok Timur. UIN Mataram.
Sibarani, R. (2024). Antropolinguistik: Sebuah Pendekatan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Sorokin, P. (2017). Social and cultural dynamics: A study of change in major systems of art, truth, ethics, law and social relationships. Routledge.
Stetsenko, A. (2017). The transformative mind: Expanding Vygotsky’s approach to development and education. Cambridge University Press.
Sugiharto, B. (2019). Kebudayaan dan kondisi post-tradisi: Kajian filosofis atas permasalahan budaya abad ke-21. PT Kanisius.
Suliadi, M. P., & Mahyuni, M. A. (2022). Mulud Adat: Ekspresi Spiritual Masyarakat Sasak Bayan. Nilacakra.
Suradi, A. (2018). Pendidikan berbasis multikultural dalam pelestarian kebudayaan lokal nusantara di era globalisasi. Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 5(1), 111–130.
Susianti, H. W., Moon, Y. J., & Budi, I. S. (2024). The relationship between culture and language: An anthropological linguistics study. LACULTOUR: Journal of Language and Cultural Tourism, 3(2), 74–83.
Varnum, M. E. W., & Grossmann, I. (2017). Cultural change: The how and the why. Perspectives on Psychological Science, 12(6), 956–972.
Wicaksono, A. P. A., Nurcahyono, O. H., & Pranawa, S. (2020). Pemaliq: Myth as an Effort to Defend the Customs of Sasak in Desa Beleq Hamlet, Gumantar, North Lombok. Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Humaniora, 19(2), 243–253.
Yuliana, N., Burhanuddin, B., & Mahyudi, J. (2022). Sistem Simbol dalam Ritual Maulid Adat Bayan (Analisis Teori Victor Turner). Kabillah: Journal of Social Community, 7(1), 157–166.
YUNITASARI, I. M. (2017). STUDI UPACARA PERKAWINAN SUKU SASAK, NUSA TENGGARA BARAT. UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




