Keragaman Sastra dan Keindonesiaan Sebuah Refleksi

Authors

  • Melani Budianta Universitas Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v3i2.111

Keywords:

varian, dialek, subdialek

Abstract

Kesusasteraan Indonesia berakar dan tumbuh dari keragaman, sejak masa prakolonial sampai saat ini. Berbagai pengaruh lintas budaya, keragaman bahasa, aliran dan orientasi budaya mewarnai kesusasteraan yang berkembang di Indonesia. Dalam keragaman itu keindonesiaan terus menerus didialogkan dan dibangun. Meskipun demikian keragaman itu tidak bisa tidak mengandungi relasi kuasa yang tidak seimbang. Kesusasteraan dalam bahasa Indonesia yang ditulis oleh masyarakat di wilayah Indonesia Timur kurang terekam dalam sejarah kesusasteraan, kesusasteraan daerah kurang mendapat ruang untuk mendapat perhatian dan dukungan. Dengan mengoptimalkan akses terhadap kesusasteraan yang ditulis dalam bahasa Indonesia maupun daerah, kita bukan saja membangun kesusasteraan yang lebih mendunia, melainkan juga membangun keindonesiaan yang lebih inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiwimarta, Sri Sukesi dkk. (1997). Pendar Pelangi, buku persembahan untuk Prof. Dr. Achadiati Ikram, Jakarta, Fakultas Sastra UI dan Yayasan Obor Indonesia.

Budianta, Melani. (2002). “In the Margins of the Capital: Tjerita Boedjang Bingoeng and Si Doel Anak Betawi” dalam Clearing a Space: Postcoloniality and Indonesian Literature, eds. Keith Foulcher and Tony Day, KITLV.

-------------------- (2003). “Sastra dan Interaksi Lintas Budaya,” dalam festschrift , Cakrawala Tak Berbatas, Manneke Budiman dan Dhita Hapsarani (eds).

----------------------- (2006). “Kolase Multikultural Sang Tukang Cerita: Cerpen Indonesia 1870an-1910an, dalam Nona Koelit Koetjing, Antologi Cerita Pendek Sebelum 1920, Sapardi Djoko Damono et al (eds), Jakarta: Pusat Bahasa, 2006, hal 1--3

--------------------- (2007). “Diverse Voices: Indonesian Literature and Nation-Building,” in Language, Nation and Development in Southeast Asia; ed. Lee Hock Guan and Leo Suryadinata, Singapore, ISEAS, 2007, hal. 51--73.

--------------------- (2008). “Aspek Lintas Budaya dalam Wacana Multikultural” dalam Kajian Wacana dalam Konteks Multikultural dan Multidisiplin, Depok: FIBUI, hal 29--46.

Damono, Sapardi Djoko .(2004). Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan: Sebuah Catatan Awal. Jakarta: Pusat Bahasa.

-------------------------- (2009). “Mengembangkan Sastra Hibrid”: dipresentasikan dalam Seminar Strategi Kebudayaan dan Pengelolaannya, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Komisariat Daerah Jabodetabek, 1 Juni.

Effendy, Tanas. (2008). Bujang Tan Domang, Sastra Lisan Orang Petalangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan EFEO.

Jedamski, Doris. (1992). "Balai Pustaka—A Colonial Wolf in Sheep's Clothing," Archipel, 44, 1992, p. 23.

Kozok, Uli. (2009). Surat Batak, Sejarah Perkembangan Tulisan Batak Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap si Singamangaraja XII, Jakart: KPG dan EFEO,

Moeljanto, D.S. dan Taufiq Ismail. (1995). Prahara Budaya: Kilas-Balik Ofensif Lekra/PKI dkk. Yogyakarta: Mizan.

Published

2019-01-03

How to Cite

Budianta, M. (2019). Keragaman Sastra dan Keindonesiaan Sebuah Refleksi. MABASAN , 3(2), 35-47. https://doi.org/10.62107/mab.v3i2.111

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 961 times