KONSEPTUALISASI METAFORA EMOSI DAN SIFAT: ANALISIS LINGUISTIK KOGNITIF TERHADAP IDIOM BAHASA SASAK

Authors

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v19i2.1110

Keywords:

metafora konseptual, bahasa Sasak, linguistik kognitif, idiom, domain sumber/target

Abstract

Penelitian ini menganalisis idiom-idiom dalam bahasa Sasak yang merefleksikan emosi dan sifat manusia melalui kerangka Teori Metafora Konseptual (CMT). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, data dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk kamus standar, korpus daring, dan konfirmasi dari penutur asli. Metode ini memungkinkan identifikasi dan klasifikasi metafora yang digunakan untuk mengonseptualisasikan pengalaman batin. Hasil analisis menunjukkan bahwa metafora emosi dan sifat dalam bahasa Sasak tidak hanya berfungsi sebagai ornamen linguistik, melainkan juga sebagai mekanisme kognitif fundamental. Teridentifikasi beberapa domain sumber yang sangat produktif, seperti hewan, benda padat, dimensi/ukuran, dan tindakan fisik. Masing-masing domain ini dipetakan secara sistematis ke domain target yang abstrak, yaitu emosi dan sifat/karakteristik manusia. Lebih lanjut, temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa pemilihan domain sumber mencerminkan pandangan dunia dan sistem nilai moral masyarakat Sasak. Sebagai contoh, idiom seperti ate basong ‘hati anjing’ dan otak udang ‘kepala udang’ secara konsisten menggunakan domain hewan untuk merepresentasikan sifat-sifat negatif seperti kejahatan dan kebodohan. Sebaliknya, domain benda padat seperti ate waje ‘hati baja’ digunakan untuk mengonseptualisasikan sifat positif seperti ketangguhan. Sementara itu, panas ate ‘panas hati’ memetakan sensasi fisik panas ke emosi amarah, yang merupakan pola universal dalam banyak bahasa. Dengan demikian, studi ini menegaskan peran krusial metafora sebagai alat kognitif dan budaya bagi penutur bahasa Sasak untuk memahami dan mengartikulasikan pengalaman batin yang kompleks. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kajian linguistik kognitif, khususnya dalam konteks bahasa daerah di Indonesia, serta menekankan pentingnya pelestarian bahasa lokal sebagai cerminan kearifan budaya yang unik dan kaya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Lukmanul Hakim, Badan Riset dan Inovasi Nasional

https://www.scopus.com/authid/detail.uri?authorId=59210808000 https://orcid.org/0000-0002-3034-7713 https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=yvU7X8IAAAAJ https://garuda.kemdikbud.go.id/author/view/2559957 https://sinta3.kemdikbud.go.id/authors/profile/6051108  

References

Hakim, L., Nuriati, Hartini, Muslim, N., & Yudiastini, N. M. (2017). Kamus Sasak-Indonesia (2nd ed.). Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat. https://repositori.kemdikbud.go.id/16269/

Isnaini, Muh., Nuriadi, Baharuddin, & Apgrianto, K. (2021). Sesenggak dan Refleksi Pandangan Dunia Masyarakat Sasak Terhadap Diri dan Lingkungannya. JURNAL LISDAYA, 17(2), 1–6. https://doi.org/10.29303/lisdaya.v17i2.38

Kövecses, Z. (2002). Metaphor: A Practical Introduction. Oxford University PressNew York, NY. https://doi.org/10.1093/oso/9780195145113.001.0001

Lakoff, G. (1980). Metaphors We Live By. University of Chicago Press.

Lakoff, G. (1993). The Contemporary Theory of Metaphor. In Metaphor and Thought (pp. 202–251). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9781139173865.013

Marijo, M. O. D. S. F. M. (2019). Aktualisasi Sesenggak Sasak Dalam Teater Tradisional Kemidi Rudat Lombok. Jurnal Elementry: Kajian Teori Dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar, 2(1), 11–17. https://doi.org/10.31764/elementary.v2i1.1290

Miswaty, T. C., & Sumadewi, N. K. P. N. (2024). Nyanyian Tradisi Lisan Masyarakat Sasak dalam Kajian Metafora Kognitif. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(2), 237–246. https://doi.org/10.30651/st.v17i2.22685

Rahardian, E. (2018). Menilik Cara Pandang Masyarakat Jawa tentang Emosi melalui Metafora. Kandai, 14(1), 1. https://doi.org/10.26499/jk.v14i1.428

Rajeg, G. P. W. (2020). Linguistik Korpus Kuantitatif dan Kajian Semantik Leksikal Sinonim Emosi Bahasa Indonesia. Linguistik Indonesia, 38(2), 123–150. https://doi.org/10.26499/li.v38i2.155

Sofa, G. A. (2019). Konseptualisasi Metafora dari Pengalaman Emosi: Studi Kasus pada Mahasiswa Univeristas Indonesia. Prasasti: Journal of Linguistics, 4(2). https://doi.org/10.20961/PRASASTI.V4I2.27740

Sofyan, A. (2022). Metafora Emosi dalam Postingan Instagram Berbahasa Bugis Karya @Mihp_ sebagai Refleksi Interaksi Cinta Kajian Semantik. Universitas Hasanuddin Makassar.

Turner, M., & Fauconnier, G. (2002). The Way We Think: Conceptual Blending And The Mind’s Hidden Complexities. Basic Books.

Wahidah, B., & Anggarista, R. (2022). Makna dan Fungsi Sesenggak Sasak dalam Perwujudan Pendidikan Humanis Berbasis Budaya Tri Hita Karana. Jurnal Lisdaya, 18(1), 26–41. https://lisdaya.unram.ac.id/index.php/lisdaya/article/view/67

Waluyan, R. M., Suyasa, M., & Mus, A. H. (2021). Nilai-Nilai Pendidikan dalam Sesenggak Sasak pada Masyarakat Pujut Kab. Lombok Tengah. 6(1), 93–105. https://doi.org/10.31764/telaah.vXiY.3866

Published

2025-12-16

How to Cite

Hakim, L. (2025). KONSEPTUALISASI METAFORA EMOSI DAN SIFAT: ANALISIS LINGUISTIK KOGNITIF TERHADAP IDIOM BAHASA SASAK. MABASAN , 19(2), 357-374. https://doi.org/10.62107/mab.v19i2.1110
Abstract viewed = 435 times