Nilai Budaya Masyarakat Suku Sasak yang Tercermin dalam Lelakaq
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v3i2.113Keywords:
Nilai budaya, Cerita Rakyat TorajaAbstract
Masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dikenal kaya akan berbagai karya sastra daerah. Salah satu jenis karya sastra daerah yang berkembang dalam masyarakat suku Sasak ialah lelakaq atau pantun berbahasa Sasak. Lelakaq memiliki fungsi sosial yang cukup signifikan terutama sebagai media untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai etika dan budaya. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai budaya masyarakat suku Sasak yang tercermin dalam lelakaq yang terkait dengan hakikat hidup, hakikat hubungan manusia dengan sesama, dan hakikat karya.Tulisan ini disusun berdasarkan hasil penelitian lapangan di beberapa lokasi di Pulau Lombok yang diyakini masih berkembangnya lelakaq tersebut. Data kesastraan berupa lelakaq dan informasi terkait nilai budaya yang terkandung di dalamnya dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode deskrtiptif dan semiotik.Hasil analisis data menunjukkan bahwa sebagai salah satu jenis karya sastra sekaligus foklor yang dimiliki oleh masyarakat suku Sasak, lelakaq berisi berbagai muatan nilai budaya yang mencerminkan nilai budaya masyarakat pendukungnya. Nilai budaya tersebut terdiri atas hakikat hidup, hakikat hubungan manusia dengan sesama, dan hakikat karya. Berbagai mutan nilai budaya tersebut secara implisit dan ekplisit terkandung baik dalam sampiran dan isi lelakaqDownloads
References
Danandjaja, James. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta: PT Grafiti Pers.
Djamaris, Edward. (1990). Menggali Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Balai Pustaka.
Endraswara, Suwardi. (2006). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hidayat, Rachmat. (2006). Distribusi dan Pemetaan Bentuk dan Jenis-Jenis Karya Sastra yang Tumbuh dan Berkembang Pada Masyarakat Tutur Bahasa Sasak di Pulau Lombok.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembanguan. Jakarta: Gramedia.
Rakhman, Muhammad Arif dkk. (2003). Sastra Interdisipliner: Menyanding Sastra dan Disiplin Ilmu Sosial. Yogyakarta. Yogyakarta: CV. Qalam.
Ratna, Nyoman Kutha. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
__________________. (2007). Estetika Sastra dan Budaya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Saparie, Gunoto. (2007). Luasnya Wilayah Sosiologi Sastra
dalam http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=168818 diakses 18 November 2008.
Tim Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah. (1986). Sastra Lisan Sasak. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Tim Redaksi. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Published
How to Cite
Issue
Section
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




