BAHASA, SASTRA, DAN KEARIFAN LOKAL DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v3i1.115Keywords:
Bahasa dan Sastra IndonesiaAbstract
Dalam artikel ini dikemukakan definisi penulis tentang konsep kearifan lokal dan kearifan tradisional. Dengan menggunakan definisi kearifan lokal sebagai dasar pembahasan, penulis mencoba mengungkap berbagai kearifan lokal dalam bahasa Jawa dan sastra Jawa, Babad Tanah Jawi. Kearifan lokal yang diketemukan antara lain adalah: (a) sisipan “-in-” dalam bahasa Jawa, yang jika dimanfaatkan untuk bahasa Indonesia akan dapat mengatasi beberapa masalah dalam penerjemahan kata-kata tertentu bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia; (b) beberapa istilah po-kok dalam falsafah seni tari Jawa; (c) kemampuan nalar Jawa menyatukan dua perangkat pandangan hidup dan nilai-nilai yang berbeda; (d) nilai budaya untuk me-nyelesaikan sengketa.Downloads
References
Ahimsa-Putra, H.S.. 2000a. Bahasa Jawa dan Bahasa Ratahan di Tengah Arus Perubahan. Makalah seminar.
_________. 2000b. “Islam Jawa dan Jawa Islam: Sinkretisasi Agama di Jawa”. Tembi 1 Thn.I: 10-19.
_________. 2002a. Potensi Budaya Lokal Sebagai Sumber Penataan Sosial. Makalah Temu Budaya
_________. 2004a. Kearifan Tradisional dan Lingkungan Sosial. Makalah seminar.
_________. 2004b. “Etnosains: Mengungkap Pengetahuan Masyarakat Pedesaan”. Dinamika Pedesaan dan Kawasan 4 (4): 34-45.
_________. 2005. Kearifan Tradisional dan Lingkungan Fisik. Makalah lokakarya.
_________. 2007. “Etnosains, Etnotek dan Etnoart: Paradigma Fenomenologis Untuk Revitalisasi Kearifan Lokal” dalam Kemajuan Terkini Riset Universitas Gadjah Mada, Jumina dan Danang Parikesit (eds.). Yogyakarta: LPPM-UGM.
_________. 2008a “Kata Pengantar” dalam Kearifan Tradisional Masyarakat Pedesaan dalam Pemeliharaan Lingkungan Alam, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Direktorat Jenderal Seni dan Film, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
_________. 2008b. Ilmuwan Budaya dan Revitalisasi Kearifan Lokal: Tantangan Teoritis dan Metodologis. Pidato Ilmiah Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya, UGM
_________. 2008c. Nilai-nilai Luhur Budaya Jawa: Tantangan Dalam Reaktualisasinya Pidato Ilmiah Dies Natalis Fakultas Sastra dan Seni, Universitas Negeri Sebelas Maret.
_________. 2008d. Nilai Budaya Lokal di Era Global: Tantangan dan Peluang. Makalah Dialog Budaya.
Poerwadarminta, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Santoso, S. 2003. Babad Tanah Jawi (Galuh-Mataram). Surakarta: STSI Surakarta.
Suharto, B. 1995. “Javanese Dance: Cosmology and Aesthetics” dalam Traditional Theatre in Southeast Asia, C.S.Pong (ed). Singapore: UniPresSPAFA.
Published
How to Cite
Issue
Section
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




