Refleksi Pola Pikir dan Kearifan Lokal Masyarakat Sasak dalam Ranah Pertanian: Sebuah Investigasi atas Fakta Linguistik

Authors

  • NFN Saharudin IAI Qamarul Huda

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v4i1.187

Keywords:

globalisasi, patriotisme, nasionalisme, identitas, karakter bangsa, Islam

Abstract

Adanya gempuran dahsyat dan pengaruh-baik disadari ataupun tidak- dari proses westernisasi dan globalisasi terutama terhadap pandangan hidup masyarakat kita telah menumbuhkan kekhawatiran. Yakni munculnya rasa khawatir akan lenyapnya jati diri bangsa Indonesia dalam arus westernisasi dan globalisasi. Arus tersebut kini telah membawa kesadaran sebagian dari kita untuk melihat kembali dan menggali dasar-dasar pandangan hidup (kepercayaan, perasaan, dan segala hal terdapat dalam pikiran orang/masyarakat yang berfungsi sebagai motor atau stimulan bagi keberlangsungan dan perubahan moral maupun sosial) yang terpendam dalam berbagai bentuk budaya lokal leluhur kita. Memang tidak bisa disangkal lagi bahwa dalam dasawarsa terakhir ini kesadaran orang untuk menggali kembali kearifan lokal (local wisdom) yang ada pada kelompok masyarakat atau suku tertentu lebih intens. Hal ini terjadi karena ilmu pengetahuan modern ternyata tidak selalu membawa hal yang positif dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan pertanian modern yang menghasilkan revolusi hijau, misalnya, menimbulkan sejumlah dampak negatif seperti pemakaian  pupuk kimia yang dapat merusak kesuburan tanah dan pemakaian insektisida dan pestisida yang dapat mengganggu keseimbangan alam. Oleh karena itu, orang pun mulai menoleh kembali ke pengetahuan lokal (etnosains) untuk mengetahui bagaimana masyarakat dahulu bertani. Informasi mengenai pengetahuan  lokal itu dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya ialah dengan meneliti bahasa yang mereka pakai dalam ranah itu. Dalam bahasa terdapat sejumlah leksikon dan bentuk ekpresi lainnya yang dapat memberi petunjuk berharga mengenai bagaimana masyarakat penuturnya memikirkan dunia ini (pola pikir).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, Khairul. “Suryasim, Pelestari Urige". Dalam harian Kompas. Rabu, 10 Januari 2007.

Campbell, Lyle. 2001. “The History of Linguistics”. Dalam The Handbook of Linguistics. Massachusetts: Blackwell Publishers Inc.

Crystal, David. 1992. The Cambridge Encyclopedia of Language. Cambridge: Cambridge University Press.

Foley, William A. 2001. Anthropological Linguistics: An Introduction. Massachusetts: Blackwell Publisher.

Mahsun. 2005. “Konsep Ruang dalam Bahasa Mbojo dan Kaitannya dengan Cara Pandang Masyarakat Penuturnya.” Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah Mansyarakat Lingistik Indonesia, Tahun ke-23, Nomor 1.

Palmer, Gary B. 1999. Toward a Theory of Cultural Linguistics. Austin: Austin University Press.

Saharudin, 2008. “Sistem Penanggalan Masyarakat Sasak di Lombok NTB” dalam Prosiding Makalah Seminar Nasional Menelusuri Sejarah Penanggalan Nusantara. Yogyakarta: Jurusan Sastra Nusantara Fak. Ilmu Budaya UGM.

Sampson, Geoffrey. 1980. Schools of Linguistics: Competition and Evolution. London: Hutchinson.

Syakur, Ahmad Abd. 2003. “Al-Jamâ’ah Al-Islâmiyyah Wetu Telu Bi Jazîrati Lombok.” Millah: Jurnal Studi Agama, Vol. III, No. 1. Yogyakarta: Magister Studi Islam Universitas Islam Indonesia.

Published

2019-02-12

How to Cite

Saharudin, N. (2019). Refleksi Pola Pikir dan Kearifan Lokal Masyarakat Sasak dalam Ranah Pertanian: Sebuah Investigasi atas Fakta Linguistik. MABASAN , 4(1), 72-90. https://doi.org/10.62107/mab.v4i1.187

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 545 times