Strategi dan Fungsi Linguistik Kekuasaan dalam Naskah Babad Lombok
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v5i2.209Keywords:
stratifikasi, tingkatan, alus enduk, kosakata, posisiAbstract
Periode lahirnya naskah babad di Jawa dan Bali sekitar abad ke-18, tetapi lebih banyak ditulis sekitar abad ke-19. Pada masa-masa tersebut, Lombok berada di bawah kekuasaan Bali. Kekuasaan Bali di Lombok bahkan telah terjadi sejak abad sebelumnya, yakni akhir abad ke-17 dan bertahan hingga akhir abad ke-19. Tradisi babad berkembang juga di Lombok. Salah satu di antaranya adalah Naskah Babad Lombok. Di antara Naskah Babad Lombok, salah satunya sudah ditransliterasi dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Lalu Gde Suparman. Naskah hasil transliterasi dan terjemahan ini akan menjadi objek dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan wacana sejarah. Penelitian ini menghasilkan strategi dan fungsi linguistik kekuasaan dalam naskah Babad sebagai berikut. Pertama, dengan membangun garis generasi elit Lombok dengan Nabi Nuh. Kedua, dengan pencitraan negatif garis generasi terakhir penguasa Pejanggik dan Selaparang. Ketiga, munculnya Mitos Arya Banjar Getas sebagai pemegang “wahyu kekuasaan” terakhir di Lombok dari Generasi Majapahit. Fungsi kekuasaan di dalam Naskah Babad Lombok sebagai berikut. Pertama, untuk membangun legitimasi kekuasaan dengan simbol raja sebagai pusat kekuasaan dan kosmos. Kedua, sebagai dasar legitimasi sosial politik atas pemberontakan dan penggulingan kekuasaan yang dilakukan oleh Arya Banjar Getas terhadap Raja Pejanggik dan Selaparang; berikutnya adalah usaha elit Lombok untuk menjaga status sosial yang telah menempatkan mereka pada kedudukan politik yang lebih tinggi dari masyarakat pada umumnya. Ketiga, sebagai wacana perlawanan untuk menempatkan elit Politik Lombok dan Bali sejajar secara politik; berikutnya adalah sebagai bentuk perlawanan untuk menunjukkan tingkat status sosial mereka sebagai kelompok arya.Downloads
References
Cool, W. 1897. With the Dutch in the East An Outline of the Military Operations in Lombok, 1894. London: Luzae &Co., Publishers to the India Office, 45, Greet Russell Street
Darma, Aliah Yoce. 2009. Analisis Wacana Kritis. Bandung: Yrama Widya
Djafar, Hasan. 2009. Masa Akhir Majapahit Girindrawadhana dan Masalahnya. Jakarta: Komunitas Bambu
Eriyanto. 2009. Analisis Wacana Pengantar Analisis Teks Media. Yogyakarta: PT. LKIS Printing Cemerlang
Fathurahman, Oman. 2000. Filologi dan Penelitian Teks-Teks Keagamaan. Makalah Disajikan pada Workshop Pengembangan Agenda Riset, Diselenggarakan oleh Local Project Implementing Unit (LPIU) Uin Syarif Hidayatullah Jakarta, Wisma YPI, Ciawi Bogor, 27 Maret 2000
Hagerdal, Hans. 1995. Bali in the Sixteenth and Seventeenth Centuries, Suggestions for Chronology of the Gelgel Period, dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (Online), 151 (1): 101—124, (http://www.kitlv-journals.nl), diakses 10 November 2009.
Hagerdal, Hans. 1998. From Batuparang to Ayudhya, Bali and Outside World, 1636—1656, dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (Online), 154 (1): 55—94, (http://www.kitlv-journals.nl), diakses 10 November 2009
Kaelan, M.S. 2009. Filsafat Bahasa Semiotika dan Hermeneutika. Yogyakarta: Paradigma
Kuntowijoyo, 2004. Sejarah/Sastra, dalam Humaniora Volume 16, No. 1, Pebruari 2004:17—26
Marissons G.E. 2009. Penerjemahan di Lombok. dalam Loir, Chambert Henri (Peny.), Sadur Sejarah Terjemahan di Indonesia dan Malaysia (hlm. 285—298). Jakarta: PT. Gramedia
Muljana Slamet. 2009. Tafsir Sejarah Negara Kretagama. Yogyakarta. PT. LKIS Printing Cemerlang
Muljana Slamet. 2008. Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara. Yogyakarta: PT. LKIS Printing Media
Nurduyn, J. 1987. Islamisation of Bima. dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, (Online), 143 (2/3): 312—342, (http://www.kitlv-journals.nl), diakses 10 November 2009
Nugroho, Djoko Irawan. 2009. Meluruskan Sejarah Majapahit. Yogyakarta: Ragam Media
Rahardjo, Mudjia. 2007. Hermeneutika Gadamerian Kuasa Bahasa dalam Wacana Politik Gus Dur. Malang: UIN Pres
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra dari Strukturalisme hingga Poststrukturalisme Persfektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ricklefs, M.C. 2008. A History of Modern Indonesia Since c. 1200 Fourth Edition. Terjemahan oleh Tim Penerjemah Serambi. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta
Santoso, 2000. Kekuasaan, Ideologi, dan Politik dalam Dunia Kesusastraan, Dalam Satoto, Soediro dan Fananie, Zainuddin (editor). Sastra: Ideologi, Politik, dan kekuasaan (hlm. 249—270), Surakarta: Muhammadiyah University Press
Suparman, Gede Lalu. 1994. Babad Lombok. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional
Titscher, dkk. Tanpa tahun. Metode Analisis Teks dan Wacana. Terjemahan oleh Gazali dkk. 2009. Yogyakarta. Pustaka Pelajar
Van der Kraan, Alvons. Tanpa tahun. Lombok: Penaklukan, Penjajahan, dan Keterbelakangan 1870—1940. Terjemahan oleh M. Dony Supanra. 2009. Mataram. Lengge Printika
Published
How to Cite
Issue
Section
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




