BEKAYAT SASAK DI LOMBOK ANTARA KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v6i2.228Keywords:
sasak, standardisasi, ejaanAbstract
Bekayat adalah tradisi sastra masyarakat Sasak di Lombok yang berupa pembacaan hikayat/syair dengan cara menembangkan kemudian diikuti terjemahan dan penafsiran secara bergantian oleh penembang dan pengarti (bujangge).Bekayat merupakan bentuk apresiasi masyarakat Sasak terhadap teks-teks sastra, disitulah teks-teks tulis diterjemahkan, ditafsirkan, dan dikaji secara lisan oleh pelaku bekayat secara lebih dalam, filosofis atau sufistik sehingga teks itu menjadi bermakna bagi kehidupan manusia yang menghasilkan dan yang menggunakannya. Kehadiran bekayat bukan hanya sebagai media dakwah, namun mampu menyatu dengan kehidupan ritual adat keagamaan masyarakat suku Sasak dan membangun silaturrahmi dalam bentuk berkesenian. Kelisanan dan keberaksaraan masih tetap berkembang dalam masyarakat Indonesia karena keduanya saling mendukung, hal ini menjadikan kebudayaan khirografik mendapat tempat yang baik sebagai panggung apresiasi teks-teks tradisional. Bekayat sebagai panggung apresiasi berlangsung sepanjang pertunjukan, mereka berusaha mengangkat isu-isu aktual yang terkait dengan teks baik itu isu sosial, politik, ekonomi, budaya, dan juga praktik-praktik kehidupan yang melnyimpang dari ajaran Islam. Pendekatan dalam praktik apresiasi seperti dalam bekayat menekankan pada bagaimana teks digunakan dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya.Downloads
References
Sweeney, Amin. 1999. “Kajian Tradisi Lisan dan Pembentukan Wacana Kebudayaan”. Makalah dalam Seminar Internasional Tradisi Lisan di Jakarta.
Teeuw, A. 1994. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Pudentia, M.P.S.S. 1990. Transpormasi Sastra Analisis Atas Cerita Rakyat Lutung Kasarung. Jakarta: Balai Pustaka.
Esten, Mursal. 1999. Kajian Transformasi Budaya. Bandung: Angkasa.
Hamid, Ismail. 1989. Kesusastraan Indonesia Lama Bercorak Islam. Jakarta: Pustaka Al-Husna.
Acim, Subhan Abdullah dan Ahyar. 2011. “Tradisi Nyaer Kitab Kifayat Al-Muhtaj sebagai Media Dakwah di Lombok” (dalam Jurnal Penelitian Keislaman No. 2, Vol.7, Juni 2011, hlm. 421-436).
Robson, S.O.1994. Prinsip-prinsip Filologi Indonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bekerja sama dengan Universitas Leiden.
Jamaluddin. 2011. “Islam Sasak: Sejarah Sosial Keagamaan Di Lombok (Abad XVI-XIX)” (dalam Jurnal INDO-ISLAMIKA, Volume 1, Nomor 1, 2011/1432 H (hal 63—88).
Teeuw, A. 1994. Indonesia Antara Kelisanan dan Keberaksaraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Putra, Darma I Nyoman. 2011. “Mungkinkah Menganggap Akhir Abad ke-20 Sastra Bali Memasuki Sebuah Era Keemasan?” (dalam Jurnal Kajian Bali, Volume 01, Nomor 02, Oktober 2011, Halaman 159—185).
Published
How to Cite
Issue
Section
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




