ANALISIS STRUKTUR BATIN SYAIR ADAT PADA MASYARAKA SIKKA KROWE DALAM TRADISI POTO WUA TA’A DI KABUPATEN SIKKA NUSA TENGGARA TIMUR

Authors

  • Gisela Nuwa Universitas Muhammadiyah Maumere
  • Ahmad Yani Universitas Muhammadiyah Maumere

DOI:

https://doi.org/10.62107/mab.v13i1.244

Keywords:

alih kode, mayoritas, minoritas, bahasa Sumbawa Taliwang, pemertahanan bahasa

Abstract

Dampak langsung dari globalisasi adalah tergerusnya bahasa, seni, serta adat-istiadat yang selama ini dijaga dan dilestarikan oleh nenek moyang, akan hilang dan tidak dikenali lagi oleh para pemuda yang hidup di zaman sekarang. Padahal, sastra lisan adat istiadat justru memiliki nilai-nilai karakter yang mampu menjadi pedoman dalam hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Berhadapan dengan tradisi poto wua ta’a yang merupakan bagian dari syair adat yang belakangan eksistensinya mulai hilang oleh perkembangan globalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur batin dalam syair adat poto wua ta’a. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktural batin karena pendekatan ini menempatkan karya sastra sebagai dasar penelitian dan memandang karya sastra sebagai dasar penelitan serta sebagai sistem maknanya yang berlapis-lapis sebagai suatu totalitas yang tak dapat dipisahkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu menganalisis data deskriptif dengan cara memaparkan dan mendeskripsikan sesuatu yang ada. Sumber data yang diperoleh dari narasumber berupa syair adat poto wua ta’a. Teknik dan prosedur pengumpulan data berupa: rekam, catat, observasi, wawancara. Teknik analisis data dengan cara: terjemahan syair adat poto wua ta’a, mengklasifikasi data, menganalisis data dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, tema dalam syair adat poto wua ta’a adalah (1) tema perkenalan, (2) tema peminangan (3) tema keluarga, (4) tema keTuhanan. Kedua, Nada dalam syair adat Poto wua ta’a adalah (1) nada romantik yang mencakup nada tanya, nada menjawab, nada mengajak, (2) nada mencekam, (3) nada intensi/memohon, (4) nada memiliki. Ketiga, (1) rasa gembira, (2) rasa sedih, (3) rasa malu. Keempat, amanat yang terkandung dalam syair adat poto wua ta’a sebagai berikut: (1) amanat berkaitan dengan menjaga kesucian perkawinan, (2) amanat berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab kepala keluarga, (3) jangan lupa bersyukur kepada Tuhan, (4) harus hidup rukun dan damai dengan sesama ciptaan Tuhan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adella, Sekar Eva Latifa. (2013). Ekspresi Cinta DalamPuisi-Puisi Karya Won Tae-Yeon dan Kim Soe-Yeop. Depok: UI

Alwi, Hasan. (2006). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Pusat Bahasa.

Ahsin, Muhammad Noor. dkk. (2017). “Struktur Fisik dan Struktur Batin Antologi Puisi Tentang Jejak Yang Hilang”. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muria Kudus (UMK) 5, 61--74.

Darlis. (2016). “Struktur Batin Lima Puisi Chairil Anwar”. Dalam Kumpulan Puisi “Aku Ini Binatang Jalang. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) FKIP UHO 2, 1--12.

Djojosuroto, Kinayati. (2006). Analisis Teks Sastra dan Pengajarannya. Yogyakarta: Pustaka.

Endraswara, Suwardi. (2003). Metodologi Penelitian Sastra.Yogyakarta: Pustaka Wijaya.

Kosasih. (2008). Khazanah Sastra Melayu Klasik. Jakarta: Nobel Edumedia.

Mulyadi. (1994). Penelitian Sastra Melayu Tradisional dalam Dasawarsa Terakhir di Indonesia: Sebuah Tinjauan dalam Analisis Kebudayaan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nazir, Muhamad. (1985). Metodologi penelitian. Jakarta: Galian Indonesia.

Parera, Mandalangi. (1998). Kamus Sara Sikka Bahasa Indonesia. Manuskrip.

Pareira, Edmundus. (1991). Seputar Warisan Adat Sikka. Maumere: Pustaka Ledalero.

Pradopo, Rachmat Djoko. (2009). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ratna, Nyoman Kutha. (2013). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Tim Penyusun. (2016). “Panduan Penelitian dan Penulisan Skripsi”. Maumere: IKIP Muhammadiyah Maumere.

Samarin, William J. (1988). Ilmu Bahasa Lapangan. Yogyakarta: Kanisius.

Soetarno. (1967). Peristiwa Sastra Melayu Lama. Surakarta: PT. Widya Duta Surakarta.

Seligman. (2005). Menciptakan Kebahagiaan dengan Psikologi Positif (Authentic Happiness). Bandung: PT. Mizan Pustaka.

Tihami, Sohari Sahrani. (2010). Fikih Munakahat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Tim Prima Pena. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: gramedia Press.

Teeuw, A. (2012). Sastra dan Ilmu sastra. Jakarta: Dunia Pustaka Jaya.

Waluyo, Herman J. (1995). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.

Published

2019-06-21

How to Cite

Nuwa, G., & Yani, A. (2019). ANALISIS STRUKTUR BATIN SYAIR ADAT PADA MASYARAKA SIKKA KROWE DALAM TRADISI POTO WUA TA’A DI KABUPATEN SIKKA NUSA TENGGARA TIMUR. MABASAN , 13(1), 60-76. https://doi.org/10.62107/mab.v13i1.244

Issue

Section

Articles
Abstract viewed = 2775 times