Cerita Rakyat Tanjung Menangis: Kajian Resepsi Sastra
DOI:
https://doi.org/10.62107/mab.v15i2.472Abstract
Cerita rakyat Tanjung Menangis adalah cerita rakyat yang berasal dari Sumbawa. Cerita ini berkisah tentang seorang putri yang disembuhkan oleh pangeran dari Ujung Pandang yang menyamar menjadi seorang sandro. Fitnah tersebar mengenai sang sandro dan cinta sang putri pun tidak direstuioleh Raja. Sang sandro memutuskan pulang ke kampung halaman sementara sang putri mengejarnya ke ujung tanjung. Ia menangis karena tak mampu bersatu dengan sang sandro hingga akhirnya ditemukan meninggal di ujung tanjung. Tempat tersebut kini dikenal dengan sebutan Tanjung Menangis.Penelitian resepsi sastra pada cerita rakyat Tanjung Menangis dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap cerita rakyat tersebut. Resepsi sinkronis dilakukan dengan pendekatan struktural, sosiologis dan psikologis. Penelitian menggunakan kuesioner pada 15 responden yang dipilih melalui metodepurposive sampling dengan memberikan naskah cerita rakyat yang ditulis oleh budayawan Sumbawa, Aries Zulkarnain. Dataditabulasikan dalam tabel dan diagram serta dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pembaca menyimpulkan cerita rakyat bertema legenda setempat (60%), memiliki alur maju (73,33%), dan mudah dipahami (73,33%). Resepsi pembaca terhadap kondisi sosial masyarakat Sumbawa di dalam cerita adalah memiliki budaya mursyawarah (66,67%). Pembaca menilai cerita kental akan nilai religius (46,67%) dan nilai moral (40%). Pembaca juga mendapatkan manfaat dari cerita (100%), yakni berupa manfaat inspirasi nilai-nilai luhur (53,33%) serta wawasan sejarah dan budaya (46,67%). Perasaan pembaca setelah membaca cerita adalah bersemangat untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (93,33%). Cerita rakyat Tanjung Menangis dapat direkomendasikan sebagai pengajaran karena kandungan nilai-nilai baik yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini juga memperkaya pengetahuan akan nilai dari cerita rakyat Sumbawa sebagai bagian dari kekayaan kebudaayan bangsa Indonesia.Downloads
References
Aminuddin. (2011). Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Penerbit Sinar Baru Algesindo.
Danandjaya, James. (1997). Folklore Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Grafiti Pers.
Danandjaya, James. (2002). Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Endaswara, Suwardi. (2008). Metodologi Penelitian Sastra. Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi (Edisi Revisi). Yogyakarta: Medpress (Anggota IKAPI).
Jabrohim. (2003). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha.
Fananie, Z. (2000). Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
Fitriani, dkk. (2020). Apresiasi dan Kritik Sastra. Medan: Obelia Publisher.
Kanzannudin, M., dkk. (2018). Folklore Local Wisdom Values of Rembang Society. Advances in Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR), International Conference on Science and Education and Technology, 2018, volume 247, 340 – 344.
Koentjaraningrat. (2013). Pengantar Ilmu Antropologi Edisi Revisi. Jakarta: RinekaCipta.
Manikam, M.K., Supratno, H., Kamidjan. (2020). Cerita Rakyat Tanjung Menangis Masyarakat Samawa: Kajian Struktur Naratif Vladimir Propp. Diglosia, 4 (2), 241 – 255.
Mantja, Lalu. (2011). Sumbawa pada Masa Lalu (Suatu Tinjauan Sejarah). Surabaya: CV Samratulangi.
Murti Bunanta. (1998). Problematika Penulisan Cerita Rakyat untuk Anak Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Muthafa, Bachrudin. (2008). Teori dan Praktik Sastra dalam Penelitian dan Pengajaran. Jakarta: Cahaya Insan Sejahtera.
Nurjadin, Rusmin. (2020). “Analisis Wacana Cerita Rakyat Sumbawa: Kajian Struktural dan Nilai Edukatif”. Jurnal BASASTRA, 9 (1), 47—69.
Pradopo, R.D. (2007). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik, dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pradopo, R.D. (2011). Prinsip-prinsip Kritik Sastra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Republika. (2012). Agar Globalisasi Tidak Mengubah Tradisi Masyarakat Indonesia.1 hlm.https://republika.com
Rusyana, Y. (1981). Cerita Rakyat Nusantra. Himpunan Makalah tentang Cerita Rakyat. Bandung: FKSS.
Sahril. (2018). Cerita Rakyat Mas Merah: Kajian Resepsi Sastra. Jurnal KANDAI, 14 (1), 91—104.
Segers, R. T. (1978). The evaluation of Literacy Texts. The Preter de Rider Press: Lisse.
Semi, M. Atar. (1990). Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Siahaan, N.M. dkk. (2021). “Analisis Pendekatan Resepsi Sastra terhadap Novel Sebuah Usaha Melupakan Karya Boy Candra”. Jurnal BAHASA UNIMED, 10 (2), 1 – 9.
Sirajudin, A. (2014). “Legenda Tanjung Menangis: Resepsi Masyarakat, Nilai Pragmatis, dan Relevansinya dengan Pengembangan Bahan Ajar Sastra”. PRASI, 19 (17), 32 – 47.
Sumardjo, J. (1984). Memahami Kesusastraan. Bandung: Alumni.
Suseno, F. M. (1993). Etika Dasar Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.
Teeuw, A. (1984). Sastra dan Ilmu Sastra (Pengantar Teori Sastra). Jakarta Pusat: PT Dunia Pustaka Jaya.
Waluyo. Herman J. (1990). Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga
Zulkarnain, Aries. (2012). Legenda Tanjung Menangis. Yogyakarta: Penerbit Ombak
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2021 Rusmin Nurjadin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- Every accepted manuscript should be accompanied by "Copyright Transfer Agreement"prior to the article publication.




