MABASAN https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <div id="group"> <table class="table" border="0"> <tbody> <tr> <td style="text-align: justify;"> <div><sup><img src="http://mabasan.kemdikbud.go.id/public/site/images/admin/cover-mabasan-01-01-01-01-01-01.png" alt="" width="85" height="120" /></sup></div> </td> <td> <div> </div> <br /> <p> </p> </td> <td> <p><strong>Mabasan</strong> is literary studies and researches journal focused on Indonesian, local, and international literatures. Every article in <strong>Mabasan</strong> has passed literature review and editing process. <strong>Mabasan</strong> is published by Balai Bahasa Provinsi NTB in June and December every year.</p> <div>ISSN: <a href="https://portal.issn.org/api/search?search[]=MUST=default=MABASAN&amp;search_id=112818095">2085-9554</a> (<em>print</em>) <br />ISSN: <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2621-2005" target="_blank" rel="noopener">2621-2005</a> (<em>online</em>)</div> <div> </div> <div>Berdasarkan SK Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi nomor 1429/E5.3/HM.01.01/2022, Mabasan terakreditasi Sinta 3, mulai volume 15 nomor 2 tahun 2021 s.d. volume 20 nomor 2 tahun 2026</div> </td> </tr> </tbody> </table> </div> <div><strong>Pengumuman</strong> <p>Template terbaru <em>Mabasan </em>telah diterbitkan per Desember 2025. </p> <p>Jurnal Mabasan menerima artikel untuk berbagai tema yang berhubungan dengan bahasa, sastra, dan pengajaran bahasa dan sastra. Tenggat waktu pengiriman artikel:</p> <ol> <li>tanggal 28 April 2026 untuk Volume 20 Nomor 1, Juni 2026</li> <li>tanggal 30 September 2026 untuk Volume 20 Nomor 2, Desember 2026</li> </ol> <p>Sebelum submit artikel, pastikan Bapak/Ibu sudah mengikuti panduan dan template penulisan artikel pada Jurnal Mabasan.</p> <p>Artikel dapat dikirimkan secara daring mengikuti sistem OJS dengan cara:</p> <ol> <li>mengunjungi laman Mabasan mabasan.kemdibud.go.id;</li> <li>membuat akun terlebih dahulu di menu<em> register;</em></li> <li>masuk (<em>login</em>) menggunakan akun dan kata sandi (<em>password)</em> yang sudah dibuat; dan</li> <li>mengisi data dengan benar.</li> <li>Fail yang diunggah harus <strong>format docx</strong> dan harus sesuai <strong>templat terbaru</strong></li> </ol> <p>Disiarkan: 3 Juli 2026</p> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> </div> en-US <ol><li>Author grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.</li><li><span>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</span></li><li><span>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</span></li><li><span>Every accepted manuscript should be accompanied by </span><span>"Copyright Transfer </span>Agreement"prior<span> to the article publication.</span></li></ol> meryseptia99@gmail.com (Meri Septiani) jurnalmabasan@gmail.com (Balai Bahasa Provinsi NTB) Mon, 29 Jun 2026 13:53:44 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sampul Depan Mabasan 20 (1) https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1332 <p>X</p> Jurnal Mabasan Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1332 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 SYAIR PENGONTROL PEREMPUAN BIMA: WACANA SEBAGAI PRAKTIK IDEOLOGI PATRIARKI https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/864 <p>Masyarakat Bima memiliki syair yang dikhususkan bagi perempuan Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengabstraksikan muatan dalam syair tersebut yang dianggap sebagai suatu wacana yang berupaya melaksanakan praktik ideologi patriarki. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penelusuran pustaka, penyimakan, dan pencatatan data-data yang relevan. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data-data yang diperoleh sesuai dengan konsep teori analisis wacana Teun A van Dijk. Hasil dalam penelitian ini menemukan empat poin utama pengimplementasian ideologi patriarki melalui wacana. <em>Pertama</em>, wacana sebagai percakapan yang dilontarkan dalam keluarga sebagai petuah para orang tua bagi anak-anak perempuan mereka. <em>Kedua</em>, lingkungan sosial dapat menjadi ruang bagi wacana berperan dalam praktik sosialnya. <em>Ketiga</em>, rekognisi sosial terhadap syair perempuan Bima dapat diperoleh melalui proses percakapan dan praktik sosialnya di masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada perempuan mengapa muatan isi syair begitu dianjurkan bagi mereka. Keempat, pembeberan bahwa upaya-upaya tersebut merupakan suatu bentuk praktik ideologi patriarki dalam masyarakat.</p> Rahmin Meilani Putri Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/864 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PERAN SEMANTIS PADA SUBJEK BAHASA BANUA https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1051 <p>Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana peran semantis subjek dalam bahasa Banua. Penelitian ini diharapkan menambah kekhazanahan penelitian dalam peran semantis subjek terutama dalam bahasa Banua. Penelitian ini mengacu pada teori peran dan acuan berkaitan tentang peran tematik dalam sebuah argumen. Teori peran dan acuan merupakan teori yang mengkaji peran argumen inti dan periferi dalam sebuah klausa. Data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data lisan. Data lisan diambil langsung dari penutur asli bahasa Banua. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran semantis subjek dalam bahasa Banua memiliki peran sebagai <em>actor</em> dan <em>undergoer</em>. <em>Actor</em> dan <em>undergoer</em> dalam bahasa Banua diisi oleh subjek berdasarkan predikat yang mengikat argumen-argumen dalam sebuah kalimat. Subjek dapat berperan sebagai <em>actor</em>, <em>undergoer</em> serta berperan dalam peran <em>actor</em> dan <em>undergoer</em> secara bersamaan. Selain itu peran semantis subjek bahasa banua dapat berupa [+<em>animate</em>] dan [-<em>animate</em>].</p> Achmad Dicky Romadhan Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1051 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI IBU PEGIAT LITERASI DALAM MENERAPKAN GERAKAN LITERASI KELUARGA DI PULAU LOMBOK https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1060 <p>Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi anak adalah dengan memperkuat kegiatan literasi dalam keluarga. Di era sekarang, banyak muncul ibu-ibu pegiat literasi yang gencar belajar secara kelompok dalam menerapkan Gerakan Literasi Keluarga secara tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi ibu pegiat literasi dalam menerapkan Gerakan Literasi Keluarga sebagai upaya peningkatan literasi anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian berupa deskripsi terkait strategi ibu dalam menjalankan Gerakan Literasi Keluarga. Sumber data penelitian didapatkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket. Informan penelitian ini adalah 10 ibu pegiat literasi yang tersebar dari beberapa kabupaten/kota di Pulau Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ibu pegiat literasi mencakup tiga aspek, yaitu pembiasaan literasi secara konsisten dalam keluarga, penguatan keterampilan orang tua, dan adanya sumber-sumber pendukung kegiatan literasi di rumah.</p> Marlinda Ramdhani, Siti Rohana Hariana Intiana, Baiq Wahidah, Muh. Khairussibyan, Nila Aulia Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1060 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 BETWEEN RESISTANCE AND NEGOTIATION: MATERIAL CULTURE TRANSLATION INTO ARABIC OF GADIS KRETEK NOVEL https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1068 <p>The present research aims to analyze patterns of resistance and negotiation in the translation of material cultural elements from the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala into Arabic in Mohammad Ramadhan’s translation, Fatatu as-Sajair. The data analyzed consist of material cultural terms such as physical objects, food, clothing, and other cultural products closely related to the life of Indonesian society, especially Javanese culture and the kretek industry. The research methods used are qualitative descriptive, comparative, and interpretative. Data collection was carried out through documentation, involving reading and noting the material cultural terms appearing in the source and target texts. Data analysis includes data reduction, data display, and drawing conclusions. The results show patterns of resistance in the categories of culinary, buildings, transportation, accessories, and household appliances, where the translator maintains the original terms through transliteration or general equivalents, without cultural adaptation. Negotiation patterns were found in the categories of culinary, buildings, transportation, clothing, accessories, and household appliances, in which the translator provides adaptation or descriptive explanations to make it easier for Arabic readers to understand. Factors influencing these patterns include the absence of direct equivalents, efforts to preserve the original cultural values, cultural differences, and the target readers’ level of familiarity. In conclusion, the translation of material culture in this novel demonstrates a balance between preserving cultural authenticity and facilitating cross-cultural understanding.</p> Muhamad Saiful Mukminin, Sajarwa Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1068 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 PEMALIQ: FENOMENA MASYARAKAT PENUTUR BAHASA SASAK LOMBOK UTARA https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1102 <p style="text-align: justify; margin: 0cm 0cm 12.0pt 0cm;"><span lang="EN-US">Penelitian ini mengkaji dinamika perubahan penggunaan <em>pemaliq</em> sebagai salah satu produk budaya masyarakat Sasak Bayan di Lombok Utara. <em>Pemaliq</em> yang merupakan bentuk larangan atau pantangan dalam tradisi lisan Sasak, mengalami transformasi makna, bentuk, dan praktik seiring perkembangan zaman. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keterbukaan masyarakat terhadap budaya luar, perkembangan teknologi, serta perubahan cara pandang generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal. <a name="_Hlk233446087"></a>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model etnografi, serta memanfaatkan teori perubahan budaya Malinowski dan teori linguistik antropologi Foley untuk menganalisis pergeseran makna dan praktik <em>pemaliq</em> dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan <em>pemaliq</em> tercermin dalam penggantian istilah lokal dengan istilah nasional, penyesuaian perilaku berdasarkan perkembangan zaman, serta hilangnya sebagian bentuk dan nilai <em>pemaliq</em> akibat difusi budaya modern. Kendati demikian, <em>pemaliq</em> masih memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya, menjaga norma sosial, serta merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Sasak Bayan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian dan revitalisasi nilai-nilai <em>pemaliq</em> agar tetap relevan dengan konteks kehidupan modern tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.</span></p> M. Aris Akbar Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1102 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 KAJIAN BUDAYA LOKAL BAHASA NGAPAK DALAM FILM KARYA PELAJAR DI FESTIVAL FILM PELAJAR PURBALINGGA https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1138 <p>Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan tentang kajian budaya lokal bahasa <em>ngapak</em> dalam film karya pelajar di Festival Film Purbalingga, serta mengungkapkan nilai-nilai budaya dalam bahasa <em>ngapak</em> yang dikonstruksi dalam narasi visual film karya pelajar di Festival Film Purbalingga. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa representasi bahasa <em>ngapak</em> dalam film fiksi pelajar yang diputar di Festival Film Pelajar Purbalingga (FFP) memperlihatkan kerja kultural yang tidak sederhana: pelajar bukan hanya “merekam” budaya yang ada, tetapi memilih, menata, dan mengarahkan unsur‑unsurnya agar berfungsi sebagai jantung dramatik. Literatur budaya Banyumas menegaskan bahwa identitas Banyumasan menubuh pada bahasa <em>ngapak</em>, kuliner, relasi keseharian, serta etos <em>peseduluran</em>; elemen‑elemen itu memang paling kuat terasa pada skala domestik dan komunal yang kecil. Kedekatan visual (<em>proximity</em>) berfungsi sebagai taktik otentifikasi. Nilai-nilai budaya lokal dalam bahasa <em>ngapak</em> yang dikonstruksi dalam narasi visual film karya pelajar di Festival Film Purbalingga. Secara konseptual, pembacaan nilai bertumpu pada tiga landasan. <em>Pertama</em>, konsepsi bahasa <em>ngapak</em> dalam budaya Banyumas sebagai himpunan praktik dan etos yang menubuh dalam bahasa, kuliner, ruang komunal, dan jejaring <em>peseduluran</em>—alih-alih berhenti pada ritual besar. Poros pertama memperlihatkan nilai relasional yang bekerja di ruang domestik dan komunal: <em>peseduluran</em>, <em>unggah-ungguh/tepa selira</em>, dan ekonomi moral. <em>Kedua</em>, bahasa yang muncul mewujud dalam objek, gestur, dan ritme suara sebagai petunjuk nilai—karena film bekerja lewat pengalaman inderawi, bukan ceramah. <em>Ketiga</em>, konteks ekosistem FFP—<em>layar tanjleb</em>, kelas, komunitas—yang membingkai bahasa dapat diproduksi, dibaca, dan dinegosiasi dalam forum warga. Poros ketiga merangkum nilai perawatan (<em>care</em>), literasi kultural di era digital, serta ruang budaya sebagai mediator nilai.</p> Abdul Wachid Bambang Suharto, Aufannuha Ihsani, Teguh Trianton Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1138 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 REPRESENTASI KESADARAN EKOLOGIS SEBAGAI UPAYA KELANGSUNGAN HIDUP MASYARAKAT DALAM NOVEL KISAH GANJIL PELAUT DAN KETURUNANNYA https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1206 <p>Penelitian ini mengkaji representasi kesadaran ekologis sebagai strategi bertahan hidup dalam novel Kisah Ganjil Pelaut dan Keturunannya karya Dewanto Amin Sadono. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana kesadaran ekologis dibangun melalui pengalaman tokoh utama, Taslani dan Caslani, yang tinggal di daerah pesisir Pekalongan Utara, lingkungan yang ditandai dengan kelimpahan biota laut dan ancaman ekologis seperti abrasi dan gelombang ekstrem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap bentuk-bentuk kesadaran ekologis dan strategi bertahan hidup yang dibentuk oleh hubungan intensif tokoh-tokoh tersebut dengan lingkungan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sastra ekokritik. Data dikumpulkan melalui pembacaan teks secara saksama, berfokus pada deskripsi naratif, dialog, dan simbol ekologis, dan dianalisis secara interpretatif untuk mengkaji hubungan manusia-alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam digambarkan sebagai entitas aktif yang menentukan hidup dan mati. Kesadaran ekologis dimanifestasikan dalam praktik-praktik konkret, termasuk pelestarian vegetasi pesisir melalui penanaman jelatang dan dedalu, pembatasan kegiatan penangkapan ikan saat gelombang tinggi, dan penggunaan mitos lokal Dewi Lanjar sebagai mekanisme adaptasi budaya. Tubuh Caslani, yang dibentuk oleh kerja fisik dan pertemuan berulang dengan laut, berfungsi sebagai arsip hidup dari pengetahuan ekologis praktis. Studi ini menyimpulkan bahwa kesadaran ekologis dalam novel tersebut tidak hanya beroperasi sebagai wacana tetapi juga sebagai praktik etis dan adaptif yang membimbing kelangsungan hidup, menyoroti peran strategis sastra dalam mendokumentasikan pengalaman ekologis yang dialami.</p> Zidni Ilma, Wirayudha Pramana Bhakti, Ambar Hermawan Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1206 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 CODE-SWITCHING PATTERNS ACROSS SASAK DIALECT ZONES: A CORPUS-BASED SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1236 <p>This study investigates code-switching patterns across different Sasak dialect zones in Lombok Island, employing a corpus-based sociolinguistic approach. The Sasak language, spoken by approximately 3.5 million people in Lombok, exhibits significant dialectal variation distributed across five recognized dialect zones: Ngeno-Ngene, Meno-Mene, Ngeto-Ngete, Kuto-Kute, and Meriak-Meriku. Despite increasing scholarly attention to Sasak dialectology, the phenomenon of code-switching between Sasak dialects and Indonesian—particularly across different dialect zones—remains underexplored. This research addresses two main questions: (1) what are the dominant code-switching patterns in each Sasak dialect zone, and (2) what sociolinguistic factors influence the variation in code-switching behavior across these zones. Data were collected from a geographically-tagged digital corpus comprising 12,480 utterances gathered from 156 speakers across 26 observation points in Lombok. The analysis employed Poplack's (1980) typology of code-switching (tag-switching, inter-sentential, and intra-sentential) combined with Myers-Scotton's (1993) Markedness Model. The findings reveal that inter-sentential switching is the most prevalent type across all dialect zones (48.3%), followed by intra-sentential (34.7%) and tag-switching (17.0%). Significant variation was found across dialect zones, with urban-adjacent zones (Ngeno-Ngene) exhibiting higher rates of intra-sentential switching, while peripheral zones (Meriak-Meriku) showed greater preference for tag-switching. The results suggest that geographical proximity to urban centers, speaker age, and education level are the primary sociolinguistic factors driving code-switching variation across Sasak dialect zones.</p> Titik Ceriyani Miswaty, Fahry Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1236 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS WACANA KRITIS KONFLIK TRUMP-ZELENSKY DI BBC NEWS ARABIC DENGAN KERANGKA VAN LEEUWEN https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1277 <p>Konflik diplomatik antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Februari–Maret 2025 menjadi salah satu isu politik internasional yang mendapat perhatian luas media global, termasuk BBC News Arabic. Sebagai media, pemberitaan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun representasi terhadap aktor sosial melalui pilihan bahasa tertentu. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi eksklusi dan inklusi serta menganalisis representasi aktor sosial dalam pemberitaan konflik Trump–Zelensky di BBC News Arabic berdasarkan teori representasi aktor sosial Van Leeuwen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK). Data penelitian berupa enam teks berita berbahasa Arab yang dipublikasikan BBC News Arabic pada periode Februari–Maret 2025 dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BBC News Arabic menggunakan tiga strategi eksklusi, yaitu supresi, pasivasi, dan nominalisasi, serta tujuh strategi inklusi, yaitu individualisasi, identifikasi, kategorisasi, asosiasi, diferensiasi, indiferensiasi, dan objektivasi. Strategi eksklusi digunakan untuk mengaburkan atau mengurangi visibilitas aktor maupun proses tertentu, sedangkan strategi inklusi digunakan untuk menampilkan identitas, kategori, relasi, dan posisi aktor sosial dalam peristiwa yang diberitakan. Temuan ini menunjukkan bahwa representasi aktor sosial dibangun melalui berbagai pilihan kebahasaan yang mengarahkan perhatian pembaca pada aspek tertentu dari konflik diplomatik tanpa menghilangkan keberadaan aktor utama secara keseluruhan.</p> Ariq Najmi Rihandy, Misbahus Surur, Lia Anggraini Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1277 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 REPRESENTASI KOTA SURABAYA DALAM SIARAN RADIO “SUARA SURABAYA”: ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1291 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi Kota Surabaya dalam siaran radio Suara Surabaya program Kelana Kota. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, data berupa tuturan penyiar dan kontributor dikumpulkan melalui perekaman pada 1–8 Desember 2025, lalu dianalisis menggunakan paradigma Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Secara tekstual, wacana didominasi oleh isu lalu lintas, kriminalitas, dan dampak cuaca yang dibentuk melalui fitur kebahasaan seperti diksi, eufemisme, nominalisasi, dan modalitas. Pada dimensi praktik wacana, produksi teks melibatkan penyiar selaku wakil lembaga media dan kontributor sebagai wakil masyarakat, dengan distribusi yang dikelola oleh penyiar melalui pembingkaian narasi untuk menjaga prinsip keberimbangan. Pada dimensi sosiokultural, diskursus mengenai tata ruang kota mencerminkan konstruksi evaluasi dan ekspektasi kritis masyarakat terhadap pengelolaan tata ruang publik. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengambil kebijakan untuk mengevaluasi penanganan isu spasial di Surabaya, serta memberikan implikasi teoretis bagi pengembangan riset pustaka mengenai AWK pada media radio interaktif.</p> Arizqa Novi Ramadhani, Ni Wayan Sartini Copyright (c) 2026 Balai Bahasa Provinsi NTB https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://mabasan.kemendikdasmen.go.id/index.php/MABASAN/article/view/1291 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000